13.2.11

KISAH SI TUKANG FOTO

hehe.. saya cuma bisa nyengir aja deh ngeliat postingan yang gak nambah-nambah juga. bukannya nggak ada spare time untuk post sedikit, ini aja udah reguler ke sekian kalinya. bukan juga nggak ada bahan tulisan, itu mah setiap saat saya pasti punya. terus kenapa ya? entah deh. yang jelas setelah that last posting, saya cuma pernah sedikit ngedit layout.yah,sudahlah.. toh saya nggak kuat juga kalau cerita saya ngapain aja belakangan ini.
SKIP>>>

Cuma jadi tukang foto kelas itu capek juga ternyata. Haha. Tapi saya menikmatinya kok. Kayak yang baru aja ini. vJ main bola, saya siap dengan kamera. Mondar-mandir sendiri ngikutin bocah-bocah pada lari. Hfyuuh.. *helaan nafas*
Tapi yang seringkali bikin saya nyengir miris sendiri adalah : KAMERAnya BUKAN PUNYA SAYA. Yah, enggak miris-miris amat sih, tapi cukuplah. Maka temen-temen yang bawa kamera itu pun jadi mangsa saya. Hohoho. Nggak banyak kok. Muthi sama Zahra aja. *mereka diitung empat orang nggak sih? hehe*
Mm, jadi juru foto pribadi VJ itu susah gampang. Yang susah itu.. kalau mau ambil foto sekelas. Kalau saya yang ambil foto, kapan saya bisa masuk album VJ? Jadi, kalau untuk urusan satu ini, bukan bagian saya. Eh? Tapi itiu masuk kategori ‘susah’ kah? Oke lupakan.
Tapi untungnya, mayoritas anak VJ nggak susah diambil fotonya. Nggak ngehindar atau sembunyi atau apa gitu. Barangkali karena pada dasarnya kadar kenarsisan mereka *saya nggak termasuk.haha* udah diatas rata-rata. *Adakah pengaruh tingginya tingkat IQ terhadap kenarsisan?* Tapi (lagi), seperti yang sebelumnya saya sebutkan, itu MAYORITAS. Yang pengidap Cameraphobic juga ada kok *nggak sampe phobia sih*. Siapa misalnya? Yah.. tak usah lah kita nambah dosa ngomonin orang. Setuju?
Terus.. untuk hasil jepretan saya, nggak ada istimewanya sama sekali tuh. Gitu-gitu aja. Temen-temen sering minta saya ambil posisi juru foto semata-mata karena mereka tahu saya mau disuruh-suruh. Haha, nggak gitu juga sih. Tepatnya, karena mereka tahu, saya sama sekali nggak akan keberatan untuk itu. *beda nggak tuh?*
Ngomong-ngomong, kak Fuzta udah bunyi tuh. Enough for today, see ya! _100211

15.1.11

dari Pak Rapik:"Panah dan Busur" oleh Kahlil Gibran

saya suka sekali guru-guru saya di sini. *berpikir sejenak* oke, ralat. saya suka sekali beberapa guru di sini. terutama yang suka ngasih advice, both direct or undirectly. Pak Rapik, guru bahasa Indonesia saya, adalah salah satu contohnya. boleh jadi, karena saya ini gila motivasi, sedikit simple advice saja bisa bikin saya klepek-klepek kayak liat cowok cakep *in fact, saya nggak klepek2 kalo liat cowok cakep* terkadang saya langsung kepikiran untuk posting itu advice. seperti yang satu ini :
"seharusnya, orangtua itu tidak memaksakan kehendak mereka kepada anak-anaknya. seyogyanya, mereka membiarkan anak mereka berkembang dengan alami. mereka tinggal mendukung, baiknya dengan menjadi motivator. syukur-syukur kalau bisa dengan dorongan finansial pula. seperti analogi dari Kahlil Gibran. anak adalah panah, dan busurnya adalah orangtuanya. orangtua sewajarnya tidak mengikutkan anaknya les matematika ketika anaknya harus remedial di pelajaran itu dan justru menghilangkan jadwal les musik yang begitu disenangi anaknya karena menganggap itu sebagai salah satu hambatan. kalau anak sudah tak bisa matematika, jangan dipaksakan bisa. dorong ia untuk menekuni musik yang ia senangi dan kuasai. orangtua itu tugasnya memberi dorongan seperti busur. biarkan anak melesat jauh dengan bebas selayaknya panah."
begitu kata Pak Rapik waktu ngajar di kelas saya pekan ini. nggak serinci itu sebenernya *soalnya saya ngarang aja, hehe*. tapi garis besarnya gitu.
bukan berarti saya tergolong anak yang nggak didukung ortu. tapi, barangkali memang saya yang harus mencari peluang lain, bukan yang satu ini. yang saya senangi. yang sulit bagi orangtua saya untuk bisa mendukung dengan maksimal.
"bisa jadi apa yang kau suka itu tidak baik untukmu, tapi barangkali yang tak kau suka itu justru lebih baik"
untuk beberapa hal, saya bisa sependapat dengan quote ini. tapi untuk beberapa yang lain, saya tidak akan setuju. hehe

Quotes-Lover

akhir pekan ini

how it can be
when your smile means different in my eyes
when your glance always be the reason of my nervousness
and even oftenly your back is the only part i can see
i wont complain
everything is just 'bout welcomin'
jadi.. apa maksudnya itu,ha? malu sendiri saya bacanya. entah ya, tapi ya beginilah adanya. saya kan hanya orang awam yang terlalu polos untuk mengerti terlalu banyak hal. especially anything similar with these ones? barangkali jawabannya iya dan tidak. soalnya saya terlanjur bingung untuk bisa narik conclusion.
oke. jadi mari kita abaikan bait pertama posting ini. seriously unimportant.
sebenernya, bisa blogging begini saja udah bagus. banyak macam assignment yang memanggil minta dituntaskan, baju-baju yang berteriak minta dicuci, itu semua saya kacangin dulu. hanya untuk posting tidak jelas seperti ini. *bisa anda lihat, saya sama sekali bukan tipikal perfectionist girl* dengan pertimbangan mengalihkan semua itu untuk diselesaikan sore ini, bisa jadi LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) malam ini saya ikuti sambil setengah tidur.
yap, pekan ini kita malam mingguan bareng di MPB (Multi Purpose Building). ihirrrrrr.... LPJ pertama saya di IC, ceritanya. beberapa temen keliatan kena LPJ-syndrome,sepertinya. saya pribadi enggak nervous atau terkonstaminasi virus demam LPJ atau apa pun itu. entah ini bagus atau malah tergolong parah. maklum saja kalau anak-anak -terutama yang Board Member dan Division Coordinator- segitu sibuknya ngurusin laporan. ini kan masalah amanat yak?
di samping itu, besok gilirannya para cewek IC jalan-jalan. lumayan lah, bisa jadi obat pereda stress. saya ini tergolong anak-yang-menanti-reguler *reguler itu istilah untuk perizinan 2 kali sebulan*. terutama karena tugas-tugas itu tadi, yang kebanyakan perlu information source dari internet. iya sih, di dorm juga ada labkom siswa. tapi kalau jumlah unitnya masih kurang padahal yang make se-alaium gambreng, sama aja sussyah kan.
anyway, akhir-akhir ini ujan terus ya? haduuh.. hati-hati yang suka begadang+jarang makan kecuali kalo sarapan *haha.. oke, itu saya banget*. saya udah mulai pilek, kalo nggak segera ditangani pasti bakal demam. males banget yak kalau sampai sakit komplikasi kayak dulu. kalau zaman saya SD-SMP nih ya, semua diawali pilek. terus batuk. lalu demam. ditambah asma kambuhan. wah wah waaah. asoy deh pokoknya *haha*. but mummy-daddy! dont worry! saya nggak segitu nggak-pedulinya sama diri sendiri kok.
mm.. saya mulai capek duduk. tapi kayaknya masih banyak aja yang mau saya tulis. nggak penting untuk Anda. tapi (enggak begitu) penting bagi saya.

12.1.11

Dedicated to Mr. Ipik ..

Barusan saja jam pelajaran terakhir saya hari ini berakhir. Jam segini? Nggak kayak biasanya ya kan. Dibilang selesai juga nggak sepenuhnya bener. Soalnya, Pak Ipik -guru Sosiologi saya- mengakhiri pelajaran agak lebih awal sembari ninggalin tugas. Dan untuk itulah saya blogging hari ini.
1st Question! Explain the meaning of family as an agent of socialization!
Seperti yang baru saja diterangkan Pak Ipik, subjek yang melakukan sosialisasi disebut agen. Dan agen itu tidak hanya satu, tentunya. Nah, salah satu diantaranya adalah keluarga.

Jelas adanya bahwa keluarga adalah agen sosialisasi. Karena tentunya, lingkungan social pertama yang diterima seorang individu adalah keluarganya. Sosialisasi yang terjadi secara sedemikian alaminya dilakukan oleh individu-individu lain dalam suatu keluarga kepada si individu baru, mencakup aspek-aspek mendasar dalam kehidupan. Seperti misalnya, bagaimana berjalan,makan dan bicara. Sosialisasi yang dilakukan sejak usia amat dini ini akan kuat tertanamnya. Meskipun nantinya si individu akan menjamah lingkungan yang lebih luas, informasi dan nilai-nilai yang telah ada dan ia pahami di luar kepala dari sosialisasi oleh keluarganya sendiri, meskipun sedikit, akan membekas, selalu ada.

Sebagai contoh, saya yang dibiasakan mengenakan kerudung sedari sebelum bersekolah, tidak akan sebegitu mudahnya melepas jilbab di tempat umum *ya iyalah ya?*.
2nd Question! Reflect you yourself and find which one of those agent that affects you more!
Saya nggak bisa meyakinkan diri tentang mana agen yang paling berpengaruh besar pada diri saya. Barangkali karena belum begitu terasa?

Keluarga saya yang notabene keluarga yang, katakanlah, islami, pastilah besar perannya pada pembentukan pribadi saya. Ummi yang cenderung lembut, Abi yang mendidik dengan keras, sekaligus posisi saya sebagai anak ketiga dari empat bersaudara, secara langsung dan tidak menjadi pembangun adanya saya yang sekarang ini.

Tapi, teman-teman saya sejak SD sampai di Insan Cendekia ini pun tak kalah besar antisipasinya. Dari mereka, saya mengenal adanya banyak personality, yang selanjutnya membawa saya pada ketertarikan besar pada bidang Psikologi. Dari mereka pula, saya belajar menjadi makhluk sosial yang sesungguhnya.

Dan lalu, tempat saya bersekolah sekarang, MAN Insan Cendekia. Saya sadar betul, pilihan saya untuk yang satu ini tidak salah. Lingkungan di IC sangat kondusif untuk segala aktivitas pembelajaran dan pengembangan diri.

Barangkali sekian saja assignment paper kali ini. Saya buru-buru mau nonton kelas saya main sepakbola :)

14.12.10

senyum banyak artinya!

~and that smile doesn't explain anything to me,

tell me nothing,
because it's just increased a confusedness here *knocking head*
and that glance started everything,the story, the tale
and why does it seem to be mine? *uh,oh XP*
and your voice knocks my mind in every time you talk,
is that a disturbance or an exciting one for me?

itu ditulis di sela-sela pelajaran, haha. bukannya enggak merhatiin guru lho ya, tapi saya ini tipikal juru tulis *eh,istilahnya enggak pas kayaknya*.maksudnya, ada apa-apa dikit saya maunya itu harus terekam, dalam bentuk apa? untuk saya , bagusnya dijadiin tulisan aja, kan gampang tuh.
maka, di kelas pun saya selalu siap sedia buku untuk tempat main tangan saya. terus, saya juga enggak cuma nulis, sodara-sodara... biar lebih tersampaikan, sering kali ada additional picture-nya tuh.kapan-kapan saya mungkin posting pake gambar-gambar itu.tapi tdak untuk sekarang..
yang jelas, gambarnya enggak perlu bagus-bagus amat *saya bilang gitu soalnya hasil gambar saya modelnya enggak berkembang sejak SD, gitu-gituuu aja*.lagian yang lihat isi bukunya juga cuma saya.*bohong itu, sebenernya temen-temen saya sering buka-buka, tapi untungnya mereka cuma liat gambarnya,enggak baca-baca.mana boleh!*
oke, sampai mana kita tadi? oiya, poem di atas made in saya lho X), tapi saya sendiri ragu, itu puisi atau apa? entah deh, pokoknya jadi. isinya plus maksudnya ketebak nggak tuh? saya harap sih iya dan enggak *haha,enggak konsisten sekali*.
ehemm, okelah, saya share dikit enggak ada salahnya *nulis gitu juga saya tetep aja enggak yakin mau cerita atau enggak*
senyum itu banyak jenisnya, berarti banyak pula makna di baliknya. sejauh ini saya rasa saya bisa ngerti arti senyum yang saya terima dari siapapun orangnya.
tapi yang satu ini? enggak tahu ya. saya seneng bisa jadi alasan kenapa seseorang tersenyum. itu kan,secara nggak langsung, berarti saya udah menyumbang kebahagiaan di hidupnya, walau cuma segelintir. hoho.
oke, lebih dari itu, seringkali saya ikut seneng liat orang senyum, apalagi kalo senyumnya polos, tulus dan manis >_< emm, senyum nakal juga enggak apa-apa deh *hohoho..*
tapi yang satu ini? belum fixed juga nih conclusion-nya, perasaan yang mana yang keluar kalau saya lihat yang satu ini. malu? kikuk? ikut seneng aja? kemungkinan terbesarnya, komplikasi dari semuanya.
yang jelas sih, efeknya rada beda dari yang lain-lain.
pesan saya untuk teman-teman sekalian sederhana aja. kalau senyum, yang jelas ya maksudnya. biar orang yang liat nggak bingung.oke?





6.12.10

sedang masa inkubasi

walah,nggak tahu ya kok saya kasih judulnya itu. padahal maunya bilang lagi pekan ujian. terserah deh. yang jelas lega juga akhirnya bisa sending post. pekan lalu, gondok setengah idup enggak kesampaian kirim. fyuuh..
obrol-obrol, sebenernya ada saved text yang tadinya mau saya postingkan (minggu lalu), tapi kok ya PC yang lagi saya pake ini enggak ada MS Wordnya... duh aduuuh..
ya sudahlah, kita bahas topik lain aja.
saya lagi nyambi buka account FB nih ceritanya, dan baruuu aja menyadari sesuatu! saya merasa jauh sekali dari dunia saya di jogja dulu... hipotesanya sih ya, karena baru aja sedikit buka-buka FB temen-temen SMP. kok rasanya jauh banget gitu ya?
sama sekali bukan karena enggak betah di habitus baru, bukan. barangkali ada rasa takut enggak bisa nggapai temen-temen, berasa jauh jalan yang diambil. ini pilihan hidup kan ya?
yah, doakan saja saya bisa pulang ke jogja liburan ini. :D kangennya udah membuncah-buncah gitu deh , haha..
jadi, itu ada waktunya sendiri untuk dipikirin, okeh?
Now IT'S SHOW TIME!!! YAK!

26.11.10

sedang mencoba!

ceritanya, saya ini tergolong anak yang polos *jiaaaah..*. terserahlah pada comment apa, tapi toh survei pribadi saya mengatakan sedemikian. hmm, ada tapinya lagi nih. saya enggak yakin sih, tapi kayaknya kepolosan saya mulai memudar *wakwakwaaw..*.
gimana enggak? lha wong saya ini sudah berpredikat PUTIH ABU-ABU. haha, baru aja nulis gitu, saya langsung ragu, emang itu bisa jadi alasan ya? *kening mengerut, alis bertaut, mulut mengerucut*
oke, anggap aja itu relatif, bergantung siapa subjeknya. nah, sekarang saya bosan basa basi lagi. karena saya cuma mau bilang : SAYA AGAK TERGANGGU DENGAN HILANGNYA KEPOLOSAN SAYA.
kalau waktu SMP nih ya, saya penurut kelas kakap. apa aja aturannya, ayo aja. iya sih, waktu kelas dua saya mulai tersadarkan diri. "lha?peraturan kok ya gitu amat?" tapi ya cuma gitu aja. iya sih, waktu kelas tiga saya melakukan penyelundupan *wah, pengakuan besar ini, haha XD *, tapi alasan saya jauuuuh beda dengan oknum lain yang nglakuin hal serupa.
pola pikir pemberontak terus aja berkembang, saya pikir yaah.. itu normal lah. tapi itu enggak membantu. rasa terganggunya teteup keukeuh ada tuh.
saya sih nyebutnya "Pergolakan Masa Remaja", haha .. norak, tapi cocok.

Terlepas dari itu semua, saya cum mau bilang ke para teenager sekalian :
jangan panik ngadepin masa transisi kita, tenaaang... tarik nafaaas... hembuskaaan... pelan-pelan saja *saya enggak suka KOTAK lho ya!*
kuncinya, kamu harus punya tujuan, pegangan yang pasti. itu aja. =)

*berasa jadi simbok-simbok nasehatin anaknya XD*

20.11.10

JERAWAT, sodara-sodara!

ya, itulah nama "makhluk" yang sedang mampir ke muka saya pekan ini. hebatnya, datangnya enggak munfarid, tapi berjamaah. hmm, untuk kloter pertama ini ada empat ekor jerawatnya. yaah, saya mah sebagai tuan rumah berharap ini kloter pertama dan terakhir. *Amiin..*
mari kita renungkan, apa gerangan sebabnya mereka datang. karena, maaf saja ya, saya ini bukan tipikal muka pabrik kacang (baca:sering jerawatan). kalau ditinjau dari kebersihan saya, tak ada masalah tuh. saya kan rajin cuci muka, pakai ***** lagi (itu sensor, saya gak mau pasang iklan gratisan, enak aja.)
apa saya terlalu memikirkan banyak hal? *heeeeh?* tapi kalau iya, pikiran yang mana ya, yang segitunya saya pikirin sampe berdatanganlah para "mereka" itu.
sebenernya ya,saya sih gak bakal segitu sewotnya, kalau saja si jerawat ini gak bikin sengsara. toh, jerawat saya bukan yang queen size, bukan yang ada 'isi'nya. sengsara sih enggak juga, cuma rada nyiksa *bukannya sama ya?*.
jadi gini lho, jerawatnya itu ada yang strategis sekali TKP-nya. di forehead. nah, kalau solat, kita kan sujud kan? dahinya pasti nempel lantai kan? bagus aja kalau saya selalu inget saya lagi jerawatan, lha kalau enggak? sakiiiiiit jadinya...


_keluh kesah orang berjerawat_  

pekan ini,

hola,, *ceritanya saya lagi agak lesu*
tidak seperti posting sebelumnya yang tidak begitu berkolerasi antara title dan contentnya, untuk kali ini saya jamin nyambung lahir batin.
pastinya sih begitu, soalnya saya juga kan sengaja pilih judul yang ini, dengan pertimbangan, kalau saya nulisnya ngalor-ngidul gak masalah, ASALKAN masih mengenai apap-apa yang terjadi di hidup saya *sejak kapan saya hidup?* dalam sepekan ini. begitu,,
yah, sekian pembukaannya. mari kita mulai.

berlanjut ke posting selanjutnya...

14.11.10

hari ini.. yah, hari ini..

judulnya mah emang hari ini , tapi bahasannya jangan hari yak? *ngapain tanya-tanya dulu neng, sendirinya juga gak ada yang baca*

jadi , posting kali ini akan saya *saya?* isi dengan quotes *quotes?* dari special book saya.
silahkan.... *menurut tata bahasa indonesia, silahkan itu salah lho!harusnya kan silakan...*

WAKS!!! this surprise shocks me, tinkles me, disturbs me, embarases me,, ouh, grr!

itu waktu hasil Tes Blok 1 Physic keluar, teruus... aku harus join REMEDIAL!
aiiih,,, rasanya itu lhoo.. hahaha, sekarang bisa ketawa bayanginnya, tapi waktu itu yak, shocked! surprised! malu? mm,bisa dibilang iya.hehe

A very great patience-test,, AAAARRGHh!
my flashdisk is gone.. i cant tell you the sure feel..
unwrittenable,, ugh.
all of the photos, the songs, the homeworks, the files,,,
gone with the FD

efek dramatisasinya *baca : alay-nya* dapat di frase terakhit tuh,
soalnya jadi kayak judul novel (Gone with the Wind).
tapi, subhanallah deh sedihnya,, pada dasarnya aku ini memang tipikal
REMEMBRALL-needed person sih, *ngerti maksudnya tho? intine tuh aku rada pikun*
senangnya,, Allah memang sayang hamba-Nya *bahkan yang pecicilan kayak aku sekalipun, huebat kan yak?* FD-nya balik juga, mm.. setelah hampir 2 pekan lewat kalo gak salah.

to be continued.....