31.7.11

kemarin

kemarin? ada apa dengan kemarin? nggak ada apa-apa sih. cuma ada Open House untuk para kunyik-kunyik baru (baca:anak kelas X).terus sorenya IFun 1432H, acara kita-kita (kita, bukan kamu, akhirnya dibuka.haduh.piye ini? flashdisk saya ketinggalan di lab-sis padahal soal CCI-nya belum diprint out.haduh. derita saya ini.*gak penting sangat...
tapi yang paling saya -dan mungkin anak2 lain- tunggu yaaa.. Special Drama Performace dari bocah-bocah baru itu. ahay.. ini kan kesempatan ngumpul sama VJ.asik dah.hiburan weekend IC emang beda..
X3 perform kedua. mereka ngambil cerita Jaka Tarub,kayaknya. dengan modifikasi di sana-sini.. jadinya lumayan. ooooh iya! akhirnya saya tahu juga mana itu yang namanya Luthfi Naufan (adik absen saya).nggak tanggung-tanggung, si Luthfi yang notabene chif class-nya X3 tahun ini dapet peran jadi kakak tatib.asik dah.tapi,walau Luthfi ini adik absen saya sendiri, ternyata saya lebih merhatiin Diva (wakakak..canda kok).
sayang beribu sayang, drama yang saya rasa paling berkesan tidaklah datang dari X3, tapi dari anak-anak cre..cra.. apa itu?lupa saya namanya. yah pokoknya anka X4 deh. si Alim itu, beuuuh.. nyanyinya mantap haha.udah gitu ada Wali pula (nyakakak..boong kok).
X2 juga nggak kalah. robith sampe bikin fadhil sok ngaku dia itu kakak absennya. itu bocah tampangnya pas banget jadi anak baru yang di-bully.
yah..terlepas itu semua, malam ini kita bakal mulai tarawih-an lagi. Ramadhan euy..
tapi.tapi.pekan depan juga mulai Test Blok 1. argh. tidaaaak.

mari berdoa semoga kita semua (khususnya saya) tetap terjaga kewarasannya.amiin
ramadhan kali ini semakin berkah.amiin
semua bisa melewati TB dengan baik terus mudik.amiin

AMIIIIN

17.7.11

Tokio Hotel in Paris 2008




it was about 2008, on Paris. they played "Uber der Ende die Welt" German version of  "Ready,Set,Go!", then "Ich Bin Ausch " German version of "Break Away", "Durch den Monsun" German version of "Monsoon"
everyone tried to scream as loud as they could , i think. there were about 500,000 watched the concert.
ist es kuhl?
the beginning was cool enough by Tom's guitar. you can see that Bill still on his hedgehog hair-style.

satu pekan

saya jadi bosan sendiri ngeliat postingan saya yang seringnya diawali apologizing sentences. itu gara-gara saya juga sih, jarang post. tapi okelah, sekarang nggak usah pake maaf-maaf segala. kalau emang kagak niat post, ya udah.
itu pembukaan.
liburan udah lewat, bro. saya udah balik ke asrama sepekan yang lalu. saya rasa, karena liburannya panjang dan udah lewat, nggak perlu lah saya bahas itu. jadi, topik kali ini yaaa ngapain aja saya sepekan pertama ini?
nggak ngapa-ngapain sih. gitu-gitu aja, sewajarnya siswa yang baru masuk sekolah lagi. yang beda itu karena.. sekarang saya kelas XI, ada bocah yang lebih tengil eh mungil dari saya dari segi tingkatan kelas.tapi abaikan dulu alasan yang satu ini. bukan itu alasan saya jadi galau selama sepekan ini.
Q : terus apa?
A : saya masuk XI NS 3..
Q : lho, bukannya bagus ya? kan biling-class tha?
A : sabar mas, belum kelar jawabnya. saya masuk XI NS 3, tapi formasinya nggak sama kayak waktu di X3.
yep, itu jawabannya. ternyata setaun sekelas bareng sama anak Visaga Sarajevo nggak bikin kita tetep bisa lanjut di kelas yang sama. iya sih, selama ini kelas XI bilingual selama berubah formasi dibanding kelas X bilingualnya. saya tahu banget itu. tapi, nggak terbayang kalau yang have to move sampai 6 orang. waaa. nyesek dah! udah gitu yang nggantiin mereka juga 2 orang aja. saya sama sekali nggak mempermasalahkan orangnya, tapi komposisi kelasnya kan jadi 12 cowok 8 cewek. wakwaaaaw, 2:3 bayangpuuun.
dibanding kelas lain yang emang rombakan total, XI NS 3 yang 18 dari 20 siswanya dulunya anggota VJ (X3) kelas ini jadi makin kerasa aja ada yang hilangnya. oke laaah, kita masih ketemu di sekolah, apalagi yang sama-sama cewek tetep ketemu di dorm juga. tapi teteup aja, there's something different. dan untuk saya pribadi sih, lumayan ngaruh ke aktifitas di kelas.
yaah.. terlepas dari semua itu, life must go on. nggak peduli gimana kondisinya, saya tetep harus bergerak ke depan. saya juga jadi pengen buktiin, bener nggaknya quote ini :
"Time is gonna heal your pain"
walaupun kalau dari referensi lagu "That Day"-nya Tokio Hotel sih, itu nggak bener. tapi who knows?

24.5.11

Special Edition : Introducing Mesopotamia

taraa.. setelah berulang kali bikin draft yang nggak jadi-jadi dipost gara-gara koneksinya 'bagus banget', akhirnya brosur amatiran ini siap di-publish. yeah! hidup orang stress!
makasih semuaaa hahahahaaa.

22.5.11

pessimist mode on.aww!

wah,dari judulnya aja kok parah ya. haha. iya nih, lagi nggak fokus saya. baru-baru ini saya dapat call dari kakak cewek saya, lama nggak ngobrol ternyata nggak bikin kita banyak ngomong. bingung kali yee mau ngobrol apa. tapi yang selalu jadi topik favorit kakak saya yang satu ini adalah bagaiman perkembangan minat saya untuk go abroad. nggak mungkin nggak ditanya deh untuk yang ini. dari situ, kakak ngomong kemana-mana. sampai akhirnya, nyebut satu nama teman saya yang di Jogja. kakak bilang, kayaknya temenmu yang satu ini fokus banget ya di hobby nggambarnya. hasilnya ada, ikut lomba juga. bagus juga ya kayak gitu. nah, kalau kamu sendiri apa minatnya? Waduh. apa ya? bingunglah saya mau menjawab apa.
minat disertai bakat plus passion dari diri sendiri itu bagus banget. bukannya saya nggak pernah mikir ke arah sana. bukan juga saya nggak pernah bikin pertimbangan untuk ke depannya gimana berdasar apa yang saya suka dan bisa. masalahnya adalah : BISA APA SAYA?
 nggambar? corat coret sih bisa. ngarang? nulis nggak jelas sih sering. main musik? aih. sejak kapan saya boleh pegang drumsticks? nyanyi? yang ada orang-orang ketawa denger suara cempreng begini. lha terus apa dong?
 oke. sekarang mungkin belum. tapi segera sya temukan! *amiiin..*
tapi kapan ya?

27.3.11

enam minggu

enam minggu yang lalu. yak, genap enam pekan yang lalu saya terakhir kali reguler. Argh! lama sekali. pantes aja saya serasa menggila. nggak segitunya sih. malah kayaknya saya jadi terlalu terbiasa nggak nyentuh wilayah di luar IC. wakwaaw.
sudahlah, toh sekarang saya malah ngurung diri di box beginian.
enam minggu nggak ada saya, gimana rasanya? nyakakak.kayak saya ini orang penting aja. tapi bisa aja kan yak, ada yang ngerasa kehilangan saya nggak muncul dalamrentang selama itu. heee? tapi siapa yang segiitu kurang kerjaannya? oke. nggak penting.
enam minggu dan saya nggak kontak-in beberapa teman selama itu. mereka inget nggak ya saya masih idup?

13.2.11

KISAH SI TUKANG FOTO

hehe.. saya cuma bisa nyengir aja deh ngeliat postingan yang gak nambah-nambah juga. bukannya nggak ada spare time untuk post sedikit, ini aja udah reguler ke sekian kalinya. bukan juga nggak ada bahan tulisan, itu mah setiap saat saya pasti punya. terus kenapa ya? entah deh. yang jelas setelah that last posting, saya cuma pernah sedikit ngedit layout.yah,sudahlah.. toh saya nggak kuat juga kalau cerita saya ngapain aja belakangan ini.
SKIP>>>

Cuma jadi tukang foto kelas itu capek juga ternyata. Haha. Tapi saya menikmatinya kok. Kayak yang baru aja ini. vJ main bola, saya siap dengan kamera. Mondar-mandir sendiri ngikutin bocah-bocah pada lari. Hfyuuh.. *helaan nafas*
Tapi yang seringkali bikin saya nyengir miris sendiri adalah : KAMERAnya BUKAN PUNYA SAYA. Yah, enggak miris-miris amat sih, tapi cukuplah. Maka temen-temen yang bawa kamera itu pun jadi mangsa saya. Hohoho. Nggak banyak kok. Muthi sama Zahra aja. *mereka diitung empat orang nggak sih? hehe*
Mm, jadi juru foto pribadi VJ itu susah gampang. Yang susah itu.. kalau mau ambil foto sekelas. Kalau saya yang ambil foto, kapan saya bisa masuk album VJ? Jadi, kalau untuk urusan satu ini, bukan bagian saya. Eh? Tapi itiu masuk kategori ‘susah’ kah? Oke lupakan.
Tapi untungnya, mayoritas anak VJ nggak susah diambil fotonya. Nggak ngehindar atau sembunyi atau apa gitu. Barangkali karena pada dasarnya kadar kenarsisan mereka *saya nggak termasuk.haha* udah diatas rata-rata. *Adakah pengaruh tingginya tingkat IQ terhadap kenarsisan?* Tapi (lagi), seperti yang sebelumnya saya sebutkan, itu MAYORITAS. Yang pengidap Cameraphobic juga ada kok *nggak sampe phobia sih*. Siapa misalnya? Yah.. tak usah lah kita nambah dosa ngomonin orang. Setuju?
Terus.. untuk hasil jepretan saya, nggak ada istimewanya sama sekali tuh. Gitu-gitu aja. Temen-temen sering minta saya ambil posisi juru foto semata-mata karena mereka tahu saya mau disuruh-suruh. Haha, nggak gitu juga sih. Tepatnya, karena mereka tahu, saya sama sekali nggak akan keberatan untuk itu. *beda nggak tuh?*
Ngomong-ngomong, kak Fuzta udah bunyi tuh. Enough for today, see ya! _100211

15.1.11

dari Pak Rapik:"Panah dan Busur" oleh Kahlil Gibran

saya suka sekali guru-guru saya di sini. *berpikir sejenak* oke, ralat. saya suka sekali beberapa guru di sini. terutama yang suka ngasih advice, both direct or undirectly. Pak Rapik, guru bahasa Indonesia saya, adalah salah satu contohnya. boleh jadi, karena saya ini gila motivasi, sedikit simple advice saja bisa bikin saya klepek-klepek kayak liat cowok cakep *in fact, saya nggak klepek2 kalo liat cowok cakep* terkadang saya langsung kepikiran untuk posting itu advice. seperti yang satu ini :
"seharusnya, orangtua itu tidak memaksakan kehendak mereka kepada anak-anaknya. seyogyanya, mereka membiarkan anak mereka berkembang dengan alami. mereka tinggal mendukung, baiknya dengan menjadi motivator. syukur-syukur kalau bisa dengan dorongan finansial pula. seperti analogi dari Kahlil Gibran. anak adalah panah, dan busurnya adalah orangtuanya. orangtua sewajarnya tidak mengikutkan anaknya les matematika ketika anaknya harus remedial di pelajaran itu dan justru menghilangkan jadwal les musik yang begitu disenangi anaknya karena menganggap itu sebagai salah satu hambatan. kalau anak sudah tak bisa matematika, jangan dipaksakan bisa. dorong ia untuk menekuni musik yang ia senangi dan kuasai. orangtua itu tugasnya memberi dorongan seperti busur. biarkan anak melesat jauh dengan bebas selayaknya panah."
begitu kata Pak Rapik waktu ngajar di kelas saya pekan ini. nggak serinci itu sebenernya *soalnya saya ngarang aja, hehe*. tapi garis besarnya gitu.
bukan berarti saya tergolong anak yang nggak didukung ortu. tapi, barangkali memang saya yang harus mencari peluang lain, bukan yang satu ini. yang saya senangi. yang sulit bagi orangtua saya untuk bisa mendukung dengan maksimal.
"bisa jadi apa yang kau suka itu tidak baik untukmu, tapi barangkali yang tak kau suka itu justru lebih baik"
untuk beberapa hal, saya bisa sependapat dengan quote ini. tapi untuk beberapa yang lain, saya tidak akan setuju. hehe

Quotes-Lover

akhir pekan ini

how it can be
when your smile means different in my eyes
when your glance always be the reason of my nervousness
and even oftenly your back is the only part i can see
i wont complain
everything is just 'bout welcomin'
jadi.. apa maksudnya itu,ha? malu sendiri saya bacanya. entah ya, tapi ya beginilah adanya. saya kan hanya orang awam yang terlalu polos untuk mengerti terlalu banyak hal. especially anything similar with these ones? barangkali jawabannya iya dan tidak. soalnya saya terlanjur bingung untuk bisa narik conclusion.
oke. jadi mari kita abaikan bait pertama posting ini. seriously unimportant.
sebenernya, bisa blogging begini saja udah bagus. banyak macam assignment yang memanggil minta dituntaskan, baju-baju yang berteriak minta dicuci, itu semua saya kacangin dulu. hanya untuk posting tidak jelas seperti ini. *bisa anda lihat, saya sama sekali bukan tipikal perfectionist girl* dengan pertimbangan mengalihkan semua itu untuk diselesaikan sore ini, bisa jadi LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) malam ini saya ikuti sambil setengah tidur.
yap, pekan ini kita malam mingguan bareng di MPB (Multi Purpose Building). ihirrrrrr.... LPJ pertama saya di IC, ceritanya. beberapa temen keliatan kena LPJ-syndrome,sepertinya. saya pribadi enggak nervous atau terkonstaminasi virus demam LPJ atau apa pun itu. entah ini bagus atau malah tergolong parah. maklum saja kalau anak-anak -terutama yang Board Member dan Division Coordinator- segitu sibuknya ngurusin laporan. ini kan masalah amanat yak?
di samping itu, besok gilirannya para cewek IC jalan-jalan. lumayan lah, bisa jadi obat pereda stress. saya ini tergolong anak-yang-menanti-reguler *reguler itu istilah untuk perizinan 2 kali sebulan*. terutama karena tugas-tugas itu tadi, yang kebanyakan perlu information source dari internet. iya sih, di dorm juga ada labkom siswa. tapi kalau jumlah unitnya masih kurang padahal yang make se-alaium gambreng, sama aja sussyah kan.
anyway, akhir-akhir ini ujan terus ya? haduuh.. hati-hati yang suka begadang+jarang makan kecuali kalo sarapan *haha.. oke, itu saya banget*. saya udah mulai pilek, kalo nggak segera ditangani pasti bakal demam. males banget yak kalau sampai sakit komplikasi kayak dulu. kalau zaman saya SD-SMP nih ya, semua diawali pilek. terus batuk. lalu demam. ditambah asma kambuhan. wah wah waaah. asoy deh pokoknya *haha*. but mummy-daddy! dont worry! saya nggak segitu nggak-pedulinya sama diri sendiri kok.
mm.. saya mulai capek duduk. tapi kayaknya masih banyak aja yang mau saya tulis. nggak penting untuk Anda. tapi (enggak begitu) penting bagi saya.

12.1.11

Dedicated to Mr. Ipik ..

Barusan saja jam pelajaran terakhir saya hari ini berakhir. Jam segini? Nggak kayak biasanya ya kan. Dibilang selesai juga nggak sepenuhnya bener. Soalnya, Pak Ipik -guru Sosiologi saya- mengakhiri pelajaran agak lebih awal sembari ninggalin tugas. Dan untuk itulah saya blogging hari ini.
1st Question! Explain the meaning of family as an agent of socialization!
Seperti yang baru saja diterangkan Pak Ipik, subjek yang melakukan sosialisasi disebut agen. Dan agen itu tidak hanya satu, tentunya. Nah, salah satu diantaranya adalah keluarga.

Jelas adanya bahwa keluarga adalah agen sosialisasi. Karena tentunya, lingkungan social pertama yang diterima seorang individu adalah keluarganya. Sosialisasi yang terjadi secara sedemikian alaminya dilakukan oleh individu-individu lain dalam suatu keluarga kepada si individu baru, mencakup aspek-aspek mendasar dalam kehidupan. Seperti misalnya, bagaimana berjalan,makan dan bicara. Sosialisasi yang dilakukan sejak usia amat dini ini akan kuat tertanamnya. Meskipun nantinya si individu akan menjamah lingkungan yang lebih luas, informasi dan nilai-nilai yang telah ada dan ia pahami di luar kepala dari sosialisasi oleh keluarganya sendiri, meskipun sedikit, akan membekas, selalu ada.

Sebagai contoh, saya yang dibiasakan mengenakan kerudung sedari sebelum bersekolah, tidak akan sebegitu mudahnya melepas jilbab di tempat umum *ya iyalah ya?*.
2nd Question! Reflect you yourself and find which one of those agent that affects you more!
Saya nggak bisa meyakinkan diri tentang mana agen yang paling berpengaruh besar pada diri saya. Barangkali karena belum begitu terasa?

Keluarga saya yang notabene keluarga yang, katakanlah, islami, pastilah besar perannya pada pembentukan pribadi saya. Ummi yang cenderung lembut, Abi yang mendidik dengan keras, sekaligus posisi saya sebagai anak ketiga dari empat bersaudara, secara langsung dan tidak menjadi pembangun adanya saya yang sekarang ini.

Tapi, teman-teman saya sejak SD sampai di Insan Cendekia ini pun tak kalah besar antisipasinya. Dari mereka, saya mengenal adanya banyak personality, yang selanjutnya membawa saya pada ketertarikan besar pada bidang Psikologi. Dari mereka pula, saya belajar menjadi makhluk sosial yang sesungguhnya.

Dan lalu, tempat saya bersekolah sekarang, MAN Insan Cendekia. Saya sadar betul, pilihan saya untuk yang satu ini tidak salah. Lingkungan di IC sangat kondusif untuk segala aktivitas pembelajaran dan pengembangan diri.

Barangkali sekian saja assignment paper kali ini. Saya buru-buru mau nonton kelas saya main sepakbola :)